Halaman

Selasa, 01 November 2011

Pekerjaan Tanah

1. Pekerjaan Persiapan dan sosialisasi
·      Diperkotaan kegiatan ini erat dengan sosialisasi pembebasan lahan tanah dan bangunan yang terkena gusur berupa penggantian finansial dan sosial.
·      Dipedesaan kegiatan ini lebih menekankan pada sosialisasi pembebasan lahan pertanian dan ladang dengan penggantian finansial.
·      Pada daerah lalu lintas padat diperlukan pengalihan arus kendaraan sementara.
·      Penempatan rambu rambu selama operasi pekerjaan berlangsung agar mengurangi kecelakaan bagi penguna jalan atau kecelakaan akibat pelaksanaan konstruksi.



Gambar : Penyiapan lahan sebagai landasan  Bangunan, Jalan, dan bangunan lainya. Untuk proyek dalam skala kecil dapat digunakan tenaga manual. Tetapi bila menggunakan proyek dalam skala besar dapat dikerjakan dengan menggunakan alat-alat berat.
 

Gambar : Mobilisasi alat berat dalam membantu pekerjaaan tanah dengan volume galian dan timbunan cukup banyak.mobilisasi harus dapat ilakukan semudah dan seeffisien mungkin untuk memudahkan pelaksanaan dan menghemat biaya pengeluaran.

2. Penempatan patok sebelum pekerjaaan tanah
Sebelum konstruksi penggalian tanah dilakukan, patok pada titik sebagai pedoman menentukan elevasi bangunan dan badan jalan, berupa patokan yang berfungsi sebagai titik ketinggian bangunan dan  sarana untuk mengecek kedalaman penggalian saat dilakukan  pekerjaan galian tanah perlu ditentukan posisi penempatan agar tidak mengganggu material hasil galian.
Gambar :  Hasil pematangan lahan sesuai dengan peil kedudukan rencana bangunan

3. Penggalian Dan Pengupasan Tanah
Prosedur Umum
·        Pengalian harus dilakukan dengan alat bantu atau alat mekanis, ketinggian dan  kedalaman sesuia dengan elevasi yang telah ditentukan dalam gambar yang direncanakan.
·        Pekerjaan galian harus dilakukan adanya gangguan semiminal dari material dibawah dan diluar galian.
·        Material padas, lapisan keras atau yang sukar dibongkar  dapat dilakukan dengan alat bantu kerja mekanik atau peledakan sesuai dengan rencana pada titik lokasi yang telah ditentukan dalam perencana.
Syarat- Syarat pengalian dan pengupasan Tanah dilakukan sesuai dengan level duga pengalian bangunan dan atau badan jalan, dengan memperhatikan:
·         Pengupasan tanah  kurang dari  kedalaman 1 meter, sebaiknya tidak digunakan untuk perbaikan badan jalan, karena mengandung bahan organik yang mudah mengalami pembusukan dan tidak stabil akan menurunkan nilai CBR tanah.
·         Pengupasan dibawah kedalaman 1 meter, tanah dapat dipergunakan sebagai lapisan timbunan untuk pekerjaan konstruksi atau badan jalan.
·         Tanah permukaan dapat digunakan kembali setelah melalui proses perbaikan dan uji gradasi material tanah, digunakan untuk lapisan urugan  lantai bangunan dan berm jalan, daerah aman /emergensi bagi kendaraan slip.

 Gambar : proses penggalian Tanah untuk pondasi bangunan dan drainase keliling bangunan untuk menghindari limpasan air pemukaan kelokasi bangunan

Syarat- Syarat Pengalian tanah dilakukan setelah pengupasan tanah asli,  dengan memperhatikan:
·         Kadar air tanah,  kadar air optimum yang dikandung tanah perlu dipertahankan , dalam beberapa keadaan tanah mengandung kadar air yang lebih tinggi dari optimum, bahkan dalam keadaaan jenuh.
·         Kadar air tanah harus dikondisikan dengan alasan;
1.      Jika permukaan tanah terlalu basah lebih besar dari kadar optimum, maka tanah menjadi plastis dan bahkan hampir cair.
2.      Jika permukaan tanah terlalu kering, tanah dapat mudah retak –retak, dan mudah hancur.
·         Pada setiap pengalian harus diusahakan keadaan tanah stabil ( tidak ada air tergenang) , jika terjadi genagan disekeliling lokasi bangunan maka harus diperlukan pembuatan drainase atau sumuran peresapan penguras air permukaan.

Gambar: menentukan presisi galian tanah untuk pondasi  plat beton setempat (Footplat) dengan alat bantu manual (cangkul)



Gambar: presisi galian tanah untuk pondasi Strauss pile

4. Hal yang Perlu dipertimbangkan selama proses penggalian tanah Untuk Struktur Bangunan
·    Galian untuk pipa, gorong gorong atau saluran beton galian untuk pondasi jembatan atau struktur lain, harus cukup ukurannya untuk pamasangan bahan  sesuai dengan rencana gambar.
·    Skor, turap dan Tembok penahan serta cofeerdam , untuk tindakan lain guna mengeluarkan air harus dipasang tidak menganggu dan memberikan kelonggaran memungkinkan ruang gerak yang cukup untuk pelaksanaan dan pengawasan pekerjaaan pembuatan kerangkah acuan. Pemasangan skor penahan yang bergeser atau bergerak harus segera diperbaiki utnuk menjamin ruang bebas dalam melaksanakan pekerjaan.
·    Bila gorong gorong atau saluran harus dipasangkan dalam timbunan yang baru, maka timbunan harus dibangun sampai dengan ketinggian yang diperlukan jarak dari masing-masing sisi tidak kurang dari 5x lebar galian tersebut.
·    Pengaturan pemompaan  melalui sumur dalam dilakukan secara periodik agar tidak menimbulkan rembesan dari sisi tebing  tanah galian.

5. Pengalian material Tanah sebagai landasan  bangunan
·    Sumber galian dari tempat bangunan / rencana jalur jalan atau bangunan lainnya, harus digali sesuai dengan ketentuan dari spesifikasi dalam gambar rencana.
·    Pembuatan lubang galian dilokasi pekerjaan area disekitar lokasi bangunan harus dilarang atau dibatasi jika dapat menggangu drainase alam  atau drainase buatan.
·    Pada bagian pekerjaan permukaan  jalan, pembuatan lubang galian harus dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat mengalirkan seluruh air  permukaan ke titik lokasi penempatan gorong gorong tanpa adanya genangan.
·     Perolehan material galian tidak diijinkan pada lokasi yang direncanakan untuk rencana pelebaran jalan atau keperluan lain
·    Pengambilan material galian tidak menyalahi peraturan dan Perda mengenai lingkungan hidup dan kawasan lindung.
·    Tepi sumber galian tidak kurang dari 2 meter dari kaki timbunan atau 10 meter dari puncak galian.

6. Metode Pelaksanaan pengalian tanah  yang perlu diperhatikan:
·    Metode pengalian tanah  masih dan harus memerlukan peninjauan teknis karena sedikit banyak merubah struktur tanah disekitar bangunan menimbulkan masalah lingkungan seperti getaran, dan suara dari alat atau moda angkutan material,oleh sebab itu perlu dilakukan dukungan pengunaan mesin yang tidak menimbulkan efek terhadap lingkungan kerja dan lingkungan penduduk.
·    Metode pengalian tanah pada tembok menerus pada geser /talud yang lebih besar,harus diperhaikan kedalaman dan upaya pencegahan terhadap longsoran pada tanah disamping galian, meskipun jenis galian ini memiliki kekakuan yang lebih baik dari konstruksi penurapan.
·    Metode galian tanah dalam  ini dapat membuat penurunan tanah disekotar lokasi bangunan dan deformasi tanah disekitarnya akibat pengalian, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui pemasangan turap dari bahan baja yang saling berkait yang memberi kekakuan pada struktur tanah disekitar dan keamanan pada pelaksanaan konstruksi..
·    Metode pengunaan alat berat pada pembuatan pondasi dalam dapat digunakan dengan memperhatikan aspek teknis pengerjaaan dan kondisi lingkungan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...