Halaman

Minggu, 13 November 2011

Utilitas Bangunan : Eskalator

Eskalator
Eskalator adalah salah satu transportasi vertikal berupa konveyor untuk mengangkut orang, yang terdiri dari tangga terpisah yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan oleh motor.
Karena digerakkan oleh motor listrik , tangga berjalan ini dirancang untuk mengangkut orang dari bawah ke atas atau sebaliknya. Untuk jarak yang pendek eskalator digunakan di seluruh dunia untuk mengangkut pejalan kaki yang mana menggunakan elevator tidak praktis. Pemakaiannya terutama di daerah pusat perbelanjaan, bandara, sistem transit, pusat konvensi, hotel dan fasilitas umum lainnya.
Keuntungan dari eskalator cukup banyak seperti mempunyai kapasitas memindahkan sejumlah orang dalam jumlah besar dan tidak ada interval waktu tunggu terutama di jam-jam sibuk dan mengarahkan orang ke tempat tertentu seperti ke pintu keluar, pertemuan khusus dll.
Eskalator adalah suatu alat untuk transportasi orang antara lantai sebuah bangunan (misalnya, pusat perbelanjaan, Bandar udara, dll) terdiri dari rantai motor yang digerakkan oleh individu, langkah-langkah yang saling berhubungan yang bergerak ke atas atau bawah di trek, sehingga derajat untuk tetap dalam posisi horizontal . Eskalator digunakan di seluruh dunia, untuk mempercepat gerakan pejalan kaki di tempat-tempat lift akan menjadi tidak praktis.area utama pergunakan termasuk department store, mall, bandara, sistem transit, pusat konvensi, hotel dan gedung-gedung publik.
Manfaat yang banyak tangga.Mereka memiliki kemampuan untuk memindahkan sejumlah besar orang dan dapat ditempatkan dalam ruang fisik yang sama di mana untuk menginstal langkah sederhana.Anda tidak perlu istirahat (kecuali lalu lintas sangat besar), dapat digunakan untuk mengarahkan orang menuju pintu keluar utama dan mungkin kedap air untuk penggunaan di luar.Namun, perawatan harus dilakukan untuk membersihkan tangga karena hanya akan menjadi kombinasi fungsi dan estetika. Sejauh ini beban rumah tangga. beban perkantoran, beban pabrik, beban lampu penerangan khususnya penerangan yang ada di swalayan dan mal - mal masih sangat tidak hemat energi.
Eskalator adalah suatu alat angkut yang lebih dititk beratkan pada pengangkutan orang dengan arah yang miring dari lantai bawah miring ke lantai atasnya. Standart kemiringan antara 30-35 derajat. Dengan kemiringan lebih dari 10 derajat sudah masuk kategori escalator.
Panjang eskalator disesuaikan dengan kebutuhan, lebar untuk satu orang kurang lebih 60 cm, untuk 2 orang sekitar 100-120 cm.Mesin escalator terletak dibawah lantai. Karena terdiri dari segmen tiap anak tangga maka escalator dapat diset untuk bergerak maju atau mundur.
a.      Riwayat Eskalator
Pada tahun 1899, Charles D. Seeberger bergabung dengan Perusahaan Otis Elevator Co., yang mana dari dia timbullah nama eskalator (yang diciptakan dengan menggabungkan kata scala, yang dalam bahasa Latin berarti langkah-langkah (step), dengan elevator). Bergabungnya Seeberger dan Otis telah menghasilkan eskalator pertama step type eskalator untuk umum, dan eskalator itu dipasang di Paris Exibition 1900 dan memenangkan hadiah pertama. Mr. Seeberger pada akhirnya menjual hak patennya ke Otis pada tahun 1910.
Gambar 2.1 Eskalator lurus
Gambar 2.2 Eskalator melengkung
Dalam perkembangannya, perusahaan Mitsubishi Electric Corporation telah berhasil mengembangkan eskalator spiral (kenyataannya lebih cenderung melengkung/curve daripada melingkar/spiral) dan secara eksklusif dijual sejak pertengahan tahun 1980. Eskalator ini dipasang di Osaka, Jepang pada tahun 1985.
b.      Cara Kerja Eskalator
1.      Pendaratan/Landing
Floor plate rata dengan lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan untuk jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates.
Comb plate adalah bagian antara floor plate yang statis dan anak tangga bergerak. Comb plate ini sedikit miring ke bawah agar geriginya tepat berada di antara celah-celah anak tangga-anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada dibawah permukaan cleat.
2.      Landasan penopang/Truss
Landasan penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang antara pendaratan bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah kotak berongga yang terbuat dari bagian-bagian bersisi dua yang digabungkan bersama dengan menggunakan sambungan bersilang sepanjang bagian dasar dan tepat dibawah bagian ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton atau baja.
Gambar 2.3 Struktur perletakan Eskalator pada lantai gedung

3.      Lintasan
Sistem lintasan dibangun di dalam landasan penopang untuk mengantarkan rantai anak tangga, yang menarik anak tangga melalui loop tidak berujung. Terdapat dua lintasan: satu untuk bagian muka anak tangga (yang disebut lintasan roda anak tangga) dan satu untuk roda trailer anak tangga (disebut sebagai lintasan roda trailer). Perbedaan posisi dari lintasan-lintasan ini menyebabkan anak tangga-anak tangga muncul dari bawah comb plate untuk membentuk tangga dan menghilang kembali ke dalam landasan penopang.

Gambar 2.4 Sistem pergerakan Eskalator

Gambar 2.5 Anak tangga (individual steps) dari Eskalator
Lintasan pembalikan di pendaratan atas menggulung anak tangga-anak tangga mengelilingi bagian ujung dan kemudian menggerakkannya kembali ke arah yang berbeda. Lintasan overhead berfungsi untuk memastikan bahwa roda trailer tetap berada di tempatnya saat rantai anak tangga diputar kembali.
c.       Tata Letak Eskalator
Ada tiga macam tata letak eskalator yang sering digunakan: bersilangan, sejajar dengan arus manusia yang berputar, dan sejajar dengan arus manusia menerus.


                                                       Gambar 2.6 tata letak bersilangan

 
Gambar 2.7 tata letak sejajar arus berputar

                                                   Gambar 2.8 tata letak sejajar arus menerus




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...